Di sebuah waktu yang samporet (singkat) kemarin sore, Pak Andrew Timar menyempatkan diri berkunjung ke Pusat Pelatihan Suling Sunda (PPSS) di Cibiru, yang tak lain adalah kediaman Abah Endang Sukandar. Saya turut mengantar beliau. Sepanjang perjalanan banyak cerita dan pengalaman […]
Baca selengkapnyaKategori: Aktivitas
catetan sasabaan ka unggal patempatan
Meraih Anugerah Kebudayaan Kabupaten Cianjur 2025 untuk Kajian Babad Cianjur
Anugerah Kebudayaan Kabupaten Cianjur adalah sebuah ajang penghargaan tahunan yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Cianjur. Sejumlah pegiat budaya mulai dari praktisi, akademisi, hingga pengusaha dan komunitas memiliki kesempatan untuk mendapatkan apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Cianjur atas upayanya […]
Baca selengkapnyaSAMIDA: Sarana Ritual Zaman Sunda Kuna
Saya tergugah untuk kembali meninjau narasi tentang istilah dan konteks “samida” yang tercantum dalam Prasasti Batutulis, sebab dalam beberapa waktu belakangan istilah “samida” telah menarik perhatian banyak pihak, mulai dari peneliti, pemerhati sejarah, aktivis budaya, hingga pemerintah daerah setempat. Masing-masing […]
Baca selengkapnyaNaskah Babad Cikundul Tertua Ada di Leiden
Dari penelusuran yang saya lakukan belakangan ini, naskah Babad Cikundul yang ditulis dalam bentuk puisi wawacan ada lebih dari lima buah. Salah satu yang sedang saya alihaksarakan ini adalah koleksi Perpustakaan Universitas Leiden. Teksnya ditulis dengan bahasa Sunda dan aksara […]
Baca selengkapnyaSi Wulung keur Nguyung
Lalampahan “Si Wulung” téh sigana enya kudu nyimpang heula ka Sukaasih, Bandung. Sabada insidén dina bagasi pesawat nepi ka wangkisna beulah, nya ahirna mercayakeun ka kang Desmon Suntara pikeun ngaropéa ieu kacapi. Munggaran pisan tepung jeung anjeunna téh. Ngahaja nganjang […]
Baca selengkapnyaMenonton Pagelaran Wayang Golek Cepak di Salihara Art Center, Jakarta
Suatu sore saya mendapatkan pesan Whatsapp dari Mbak Hani Hasanah, Yayasan Lontar. Isinya flyer undangan bertajuk “The Smiling Semar from America” tanggal 4 Desemeber 2022 jam 18.00-21.00 WIB. Dalam flyer undangan itu juga terdapat rincian acara berupa diskusi dengan topik […]
Baca selengkapnyaMencari “Kacapi” dalam Festival Batara Endah Sora
Oktober 2022 lalu saya diundang oleh Kang Nidu Paras, salah seorang motor penggerak Komunitas Aing yang menggelar kegiatan Festival Batara Endah Sora. Dalam festival tersebut saya ditugasi untuk “mencari” kacapi dalam teks-teks Sunda kuno. Ini menarik, sekaligus menantang. Topik tersebut […]
Baca selengkapnyaI Nyoman Suwida, Pelestari Genggong Batuan, Bali
Agak lupa tepatnya saya dan Bli Suwida pertama kali kenal. Sepertinya sekitar tahun 2012 ketika masa awal pembentukan perkumpulan pemain alat musik harpa mulut se-Indonesia. Salah satu pegiat yang menurut saya cukup menonjol kiprahnya yaitu Bli Nyoman Suwida, seorang pemain […]
Baca selengkapnya




Total views : 45275
Who's Online : 0
Tah leres pisan, ieu poinna. Tina naskah-naskah karya Dalem Pancaniti (1857), boh nu nganggo basa Sunda, Malayu, & Jawa, sadayana…
Muhun, siap. Sakali waktos urang guar, Kang
Upami dina arsip "Bijdragen tot de Taal-, Land- en Volkenkunde, (1863), hlm. 308-313." malahan kedah ngangge condre. Aya lepat terjemahan…
Berarti teu acan tiasa diakses online nya, Kang? Penasaran lebetna kumaha. Pami sempat, mudah2an tiasa diulas di blog ieu nya…