Menjaga sejarah Cianjur bukan hanya soal membaca lembaran lama di kesunyian perpustakaan, tapi juga tentang bagaimana kita saling mendengar dan berbagi cerita. Di momen sebelum pergantian tahun lalu, saya mendapatkan kesempatan berharga untuk duduk melingkar dan ngobrol santai seharian bersama […]
Baca selengkapnyaBeralih dari iBus ke Fcitx 5 untuk Sistem Input Custom yang Fleksibel di Linux
Kalau sudah pakai Linux itu, ada saja perkembangan baru yang lebih dari ekspektasi. Walaupun ada juga yang terkadang membuat tidak nyaman. Setiap pengguna Linux pasti paham apa kebutuhan peribadi mereka agar desktopnya sesuai dengan jenis pekerjaan masing-masing. Nah, kali ini […]
Baca selengkapnyaCondre,”Cadu” Tujuh Turunan
Beberapa waktu lalu saya menemukan kembali naskah koleksi Perpustakaan Nasional RI yang mencatat perihal kisah Dalem Dicondre, Bupati Cianjur ketiga yang tewas akibat sabetan senjata condre. Dalam naskah berbahasa Jawa ini disebutkan sumpah berupa pantangan dari keluarga yang ditinggalkan oleh […]
Baca selengkapnyaCikembar di Utara Cianjur
Dalam kisah Babad Cikundul disebutkan bahwa Apun Gencay, perempuan yang menarik hati bupati Cianjur ketiga itu berasal dari daerah Cikembar. Dikisahkan pula bahwa ternyata Apun Gencay telah memiliki tunangan yang berasal dari daerah Citeureup (dalam versi lain dari Cipamingkis). Mengetahui […]
Baca selengkapnya“Sukataris” Asalnya dari Bahasa Belanda
Di Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur, ada sebuah desa bernama Sukataris. Saya selalu menebak-nebak apa artinya, apakah dari kata “suka” dan “taris”? Kata “suka” memang sering digunakan untuk toponimi lain seperti Sukanagara, Sukaluyu, Sukapura, atau Sukabumi. Itu diambil dari bahasa Sansekerta […]
Baca selengkapnyaTerjemahan Belanda dari naskah karya Dalem Pancaniti 1857
Kisah “Babad Cianjur” karya Dalem Pancaniti (R.A.A. Kusumaningrat, bupati Cianjur 1834–1862) yang sering kali dirujuk adalah hasil terjemahan bahasa Belanda yang dikerjakan oleh C.M.F. Stockhausen. Terjemahannya itu terbit dalam artikel “Inlandsche Verhalen van den Regent van Tjiandjoer in 1857” pada […]
Baca selengkapnya“Jadian Tahun” dalam Sawér Pangantén
Dalam tradisi pernikahan Sunda, ada satu momen untuk memberikan petuah-petuah dari sesepuh untuk pernihakan pasangan yang baru menikah. Biasanya disampaikan dalam lantunan “kawih”. Setelah petuah yang panjang itu disampaikan, benda-benda sawéran ditebarkan ke pengantin dan ke para hadirin. Salah satu […]
Baca selengkapnyaPublikasi Naskah-naskah Babad Cikundul [Unduh Gratis]
Kalau kita berbicara tentang “sejarah” Cianjur, hampir bisa dipastikan akan merujuk pada kisah-kisah yang terdapat dalam cerita rakyat yang disampaikan secara lisan. Singkatnya, “sejarah” dalam pandangan masyarakat Cianjur secara tradisional adalah kisah-kisah lama, tanpa harus ambil pusing apakah itu fakta […]
Baca selengkapnya



Total views : 45630
Who's Online : 0
Tah leres pisan, ieu poinna. Tina naskah-naskah karya Dalem Pancaniti (1857), boh nu nganggo basa Sunda, Malayu, & Jawa, sadayana…
Muhun, siap. Sakali waktos urang guar, Kang
Upami dina arsip "Bijdragen tot de Taal-, Land- en Volkenkunde, (1863), hlm. 308-313." malahan kedah ngangge condre. Aya lepat terjemahan…
Berarti teu acan tiasa diakses online nya, Kang? Penasaran lebetna kumaha. Pami sempat, mudah2an tiasa diulas di blog ieu nya…