Dalam proses pencarian topik untuk riset doktoral saya, banyak hal yang terlintas untuk dibahas. Namun sepertinya, saya akan kembali ke jalur linguistik seperti apa yang sudah saya kerjakan dalam skripsi dan tesis dulu. Objeknya tentu saja adalah bahasa Sunda Kuna. […]
Baca selengkapnyaMenulis Sebagai Terapi Relaksasi
Dalam pemahaman saya saat ini, menulis adalah sebuah kemampuan yang terus perlu diasah. Kalau satu hari saja tidak menulis (manual atau digital) maka pikiran terasa beku. Memang dalam beberapa waktu belakangan ini saya belum betul-betul rutin menulis, menuangkan pikiran-pikiran yang […]
Baca selengkapnyaJampang Manggung ada di Mana?
Sumber tunggal (kini raib) yang konon menyebutkan lokasi Kerajaan Jampang Manggung adalah “Wawacan Jampang Manggung” dari Cianjur, kisahnya sekarang hanya disampaikan melalui ingatan dan cerita lisan saja. Sayangnya, karena tidak adanya petunjuk lain untuk mengonfirmasi keberadaannya, jadi, satu sumber itulah […]
Baca selengkapnyaCianjur Tidak Pernah Bebas Bayar Upeti ke Mataram (Sumber Kedua)
“Nya ti wangkid harita kaluar upeti ti Cianjur ka Sénopati Mataram, namung henteu ageung, asal mayeng ngadeuhues unggal taun. Tawis kumureb pertanda satia.” “Sejak saat itulah keluar upeti dari Cianjur kepada Senopati Mataram, tetapi tidaklah besar, asal rutin menghadap setiap […]
Baca selengkapnyaTidak Perlu Swap Partition, Linux Mint 22.1 Xia Menggunakan Swap File
Beberapa waktu yang lalu saya mendapat notifikasi update terbaru dari Linux Mint (LM). Ketika notifikasi itu muncul, saya menggunakan LM versi 22 Wilma. Pemberitahuan untuk meng-upgrade distro Linux ini cukup menarik perhatian saya, karena LM 22.1 ini merupakan versi LTS […]
Baca selengkapnyaNgaos, Nyanyi, Lentong, Mamaos, & Silat Cianjur
Selama membaca sumber-sumber literatur tradisional tentang Cianjur, ada saja hal “baru” yang ditemukan. Dikatakan “baru” karena narasi ini mungkin belum pernah atau belum umum diketahui oleh masyarakat Cianjur. Salah satunya tentang “ngaos, nyanyi, lentong, mamaos, dan silat Cianjur”. Lho? bukankah […]
Baca selengkapnyaNaskah Babad Cikundul Tertua Ada di Leiden
Dari penelusuran yang saya lakukan belakangan ini, naskah Babad Cikundul yang ditulis dalam bentuk puisi wawacan ada lebih dari lima buah. Salah satu yang sedang saya alihaksarakan ini adalah koleksi Perpustakaan Universitas Leiden. Teksnya ditulis dengan bahasa Sunda dan aksara […]
Baca selengkapnyaPantangan Memiliki atau Memakai Senjata Condre di Cianjur
Beberapa waktu lalu di Cianjur ada wacana untuk mencanangkan senjata condre sebagai senjata khas daerah Cianjur. Tapi apakah boleh memiliki atau menggunakan senjata condre? Bagi keturunan Bupati Cianjur, khususnya trah dari Dalem Dicondre, justru hal itu sangat dilarang (Bhs. Sunda: […]
Baca selengkapnya



Total views : 45631
Who's Online : 0
Tah leres pisan, ieu poinna. Tina naskah-naskah karya Dalem Pancaniti (1857), boh nu nganggo basa Sunda, Malayu, & Jawa, sadayana…
Muhun, siap. Sakali waktos urang guar, Kang
Upami dina arsip "Bijdragen tot de Taal-, Land- en Volkenkunde, (1863), hlm. 308-313." malahan kedah ngangge condre. Aya lepat terjemahan…
Berarti teu acan tiasa diakses online nya, Kang? Penasaran lebetna kumaha. Pami sempat, mudah2an tiasa diulas di blog ieu nya…