Kisah “Babad Cianjur” karya Dalem Pancaniti (R.A.A. Kusumaningrat, bupati Cianjur 1834–1862) yang sering kali dirujuk adalah hasil terjemahan bahasa Belanda yang dikerjakan oleh C.M.F. Stockhausen. Terjemahannya itu terbit dalam artikel “Inlandsche Verhalen van den Regent van Tjiandjoer in 1857” pada jurnal Bijdragen tot de Taal-, Land- en Volkenkunde tahun 1863.
Pada bagian awal artikel itu (hlm. 292) disebutkan bahwa terjemahan Belanda dibuat dari naskah berbahasa Melayu dan telah mengalami penyingkatan:
“Deze verhalen zijn door den genoemden Regent opgesteld in het laag Maleisch, door den heer H. W. van Marie aan het Instituut ingezonden en door den heer C. M. F. Stockhausen in het Hollandsch vertaald. Zij hebben echter enkele bekortingen ondergaan.”
Terjemahan:
“Cerita-cerita ini disusun oleh Bupati yang telah disebutkan tersebut dalam bahasa Melayu Rendah (laag Maleisch), dikirimkan kepada Institut oleh Tuan H.W. van Marle, dan diterjemahkan ke dalam bahasa Belanda oleh Tuan C.M.F. Stockhausen. Namun, cerita-cerita tersebut telah mengalami beberapa penyederhanaan atau pemendekan (bekortingen).”
Lalu, di manakah naskah aslinya yang berbahasa Melayu? Saya menemukan dua naskahnya dengan judul yang sama: “Hikayat Bupati Cianjur”. Satu naskah tersimpan di Perpustakaan Universitas Leiden, dan satu lagi di Perpustakaan Nasional RI, Jakarta.

Nah, naskah yang saya pegang ini adalah “Hikayat Bupati Cianjur” koleksi Perpustakaan Nasional RI (foto tahun 2023). Karakter tulisannya identik dengan naskah yang ada di Perpustakaan Universitas Leiden. Jadi, sangat mungkin ini adalah naskah salinan langsung yang dikerjakan oleh Dalem Pancaniti tahun 1857.
Setelah dibaca, ternyata memang ada beberapa bagian terjemahan yang kurang tepat. Maka, naskah ini perlu segera dibuatkan suntingannya lagi, agar pembaca tidak keliru dalam menafsirkan pesan dari Dalem Pancaniti.


Pemerhati sejarah dan budaya Cianjur, pembaca naskah Sunda kuno, pengulik musik tradisi. Pengguna setia Linux.









Total views : 43232
Who's Online : 0