Kisah “Babad Cianjur” karya Dalem Pancaniti (R.A.A. Kusumaningrat, bupati Cianjur 1834–1862) yang sering kali dirujuk adalah hasil terjemahan bahasa Belanda yang dikerjakan oleh C.M.F. Stockhausen. Terjemahannya itu terbit dalam artikel “Inlandsche Verhalen van den Regent van Tjiandjoer in 1857” pada […]
Baca selengkapnyaTag: sejarah cianjur
Publikasi Naskah-naskah Babad Cikundul [Unduh Gratis]
Kalau kita berbicara tentang “sejarah” Cianjur, hampir bisa dipastikan akan merujuk pada kisah-kisah yang terdapat dalam cerita rakyat yang disampaikan secara lisan. Singkatnya, “sejarah” dalam pandangan masyarakat Cianjur secara tradisional adalah kisah-kisah lama, tanpa harus ambil pusing apakah itu fakta […]
Baca selengkapnyaCianjur Berdiri Tahun ± 1691
Dalam sebuah artikel berbahasa Belanda, saya menemukan catatan menarik tentang pendirian Cianjur. Berikut ini terjemahannya: Kabupaten Cianjur pada waktu itu belum ada.Setelah runtuhnya Pajajaran, daerah di selatan Gunung Salak dan Gunung Gede hampir tidak lagi berpenghuni. Di wilayah ini kemudian […]
Baca selengkapnyaMembongkar Tirani Tersembunyi: Jejak Kekuasaan Pemimpin Cianjur di Era Kolonial
“Gevallen van knevelarij worden in onze bronnen niet dikwijls vermeld.“ ‘Catatan kelam tentang kasus kesewenang-wenangan jarang disebutkan dalam sumber-sumber yang kita miliki.’ Kalimat pembuka ini seolah membisikkan sebuah ironi, bahwa sejarah, layaknya panggung sandiwara, terkadang menyembunyikan lakon-lakon kelam di balik […]
Baca selengkapnyaCianjur Tidak Pernah Bebas Bayar Upeti ke Mataram (Sumber Kedua)
“Nya ti wangkid harita kaluar upeti ti Cianjur ka Sénopati Mataram, namung henteu ageung, asal mayeng ngadeuhues unggal taun. Tawis kumureb pertanda satia.” “Sejak saat itulah keluar upeti dari Cianjur kepada Senopati Mataram, tetapi tidaklah besar, asal rutin menghadap setiap […]
Baca selengkapnyaNgaos, Nyanyi, Lentong, Mamaos, & Silat Cianjur
Selama membaca sumber-sumber literatur tradisional tentang Cianjur, ada saja hal “baru” yang ditemukan. Dikatakan “baru” karena narasi ini mungkin belum pernah atau belum umum diketahui oleh masyarakat Cianjur. Salah satunya tentang “ngaos, nyanyi, lentong, mamaos, dan silat Cianjur”. Lho? bukankah […]
Baca selengkapnyaNaskah Babad Cikundul Tertua Ada di Leiden
Dari penelusuran yang saya lakukan belakangan ini, naskah Babad Cikundul yang ditulis dalam bentuk puisi wawacan ada lebih dari lima buah. Salah satu yang sedang saya alihaksarakan ini adalah koleksi Perpustakaan Universitas Leiden. Teksnya ditulis dengan bahasa Sunda dan aksara […]
Baca selengkapnyaPantangan Memiliki atau Memakai Senjata Condre di Cianjur
Beberapa waktu lalu di Cianjur ada wacana untuk mencanangkan senjata condre sebagai senjata khas daerah Cianjur. Tapi apakah boleh memiliki atau menggunakan senjata condre? Bagi keturunan Bupati Cianjur, khususnya trah dari Dalem Dicondre, justru hal itu sangat dilarang (Bhs. Sunda: […]
Baca selengkapnya





Total views : 44030
Who's Online : 0
Tah leres pisan, ieu poinna. Tina naskah-naskah karya Dalem Pancaniti (1857), boh nu nganggo basa Sunda, Malayu, & Jawa, sadayana…
Muhun, siap. Sakali waktos urang guar, Kang
Upami dina arsip "Bijdragen tot de Taal-, Land- en Volkenkunde, (1863), hlm. 308-313." malahan kedah ngangge condre. Aya lepat terjemahan…
Berarti teu acan tiasa diakses online nya, Kang? Penasaran lebetna kumaha. Pami sempat, mudah2an tiasa diulas di blog ieu nya…