“Sabilulungan” dalam kosakata Sunda mungkin juga adaptasi dari bahasa Jawa “bilulung”, tapi konteksnya justru berbeda, Dalam Baoesastra Djawa (Poerwadarminta 1939) disebutkan “bilulung pating [x], [x]-an kn. (padha) lunga mênyang êndi-êndi ora karuwan jujuge (marga bingung lsp),” artinya ‘pergi tidak teratur […]
Baca selengkapnyaMendamping Dua Maestro Suling Sunda
Di sebuah waktu yang samporet (singkat) kemarin sore, Pak Andrew Timar menyempatkan diri berkunjung ke Pusat Pelatihan Suling Sunda (PPSS) di Cibiru, yang tak lain adalah kediaman Abah Endang Sukandar. Saya turut mengantar beliau. Sepanjang perjalanan banyak cerita dan pengalaman […]
Baca selengkapnyaCianjur Berdiri Tahun ± 1691
Dalam sebuah artikel berbahasa Belanda, saya menemukan catatan menarik tentang pendirian Cianjur. Berikut ini terjemahannya: Kabupaten Cianjur pada waktu itu belum ada.Setelah runtuhnya Pajajaran, daerah di selatan Gunung Salak dan Gunung Gede hampir tidak lagi berpenghuni. Di wilayah ini kemudian […]
Baca selengkapnyaMeraih Anugerah Kebudayaan Kabupaten Cianjur 2025 untuk Kajian Babad Cianjur
Anugerah Kebudayaan Kabupaten Cianjur adalah sebuah ajang penghargaan tahunan yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Cianjur. Sejumlah pegiat budaya mulai dari praktisi, akademisi, hingga pengusaha dan komunitas memiliki kesempatan untuk mendapatkan apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Cianjur atas upayanya […]
Baca selengkapnya[Unduh Gratis] – Babad Cianjur Karya Nyai Mas Syarifah Didoh (1974)
Cianjur berulang tahun ke-348 pada 12 Juli tahun ini. Berbagai “kisah sejarah” melingkupi perjalanan panjang Kabupaten Cianjur. Namun, sayang seribu sayang, literatur tradisional yang mengupas tuntas latar belakangnya kini begitu langka, seolah tertelan zaman. Di tengah kelangkaan itu, hadir sebuah […]
Baca selengkapnyaHubungan Maenpo Cianjur dengan Wing Chun
Sebuah temuan menarik dalam Babad Cikundul mengindikasikan adanya hubungan historis antara Maenpo Cianjur dan seni bela diri Tiongkok: Wing Chun. Babad tersebut menyebutkan bahwa Maenpo disebut juga sebagai “Ji Sao/Gi Sao,” sebuah keahlian yang dikuasai oleh orang Tionghoa di Bogor […]
Baca selengkapnyaSAMIDA: Sarana Ritual Zaman Sunda Kuna
Saya tergugah untuk kembali meninjau narasi tentang istilah dan konteks “samida” yang tercantum dalam Prasasti Batutulis, sebab dalam beberapa waktu belakangan istilah “samida” telah menarik perhatian banyak pihak, mulai dari peneliti, pemerhati sejarah, aktivis budaya, hingga pemerintah daerah setempat. Masing-masing […]
Baca selengkapnyaMembongkar Tirani Tersembunyi: Jejak Kekuasaan Pemimpin Cianjur di Era Kolonial
“Gevallen van knevelarij worden in onze bronnen niet dikwijls vermeld.“ ‘Catatan kelam tentang kasus kesewenang-wenangan jarang disebutkan dalam sumber-sumber yang kita miliki.’ Kalimat pembuka ini seolah membisikkan sebuah ironi, bahwa sejarah, layaknya panggung sandiwara, terkadang menyembunyikan lakon-lakon kelam di balik […]
Baca selengkapnya



Total views : 45631
Who's Online : 0
Tah leres pisan, ieu poinna. Tina naskah-naskah karya Dalem Pancaniti (1857), boh nu nganggo basa Sunda, Malayu, & Jawa, sadayana…
Muhun, siap. Sakali waktos urang guar, Kang
Upami dina arsip "Bijdragen tot de Taal-, Land- en Volkenkunde, (1863), hlm. 308-313." malahan kedah ngangge condre. Aya lepat terjemahan…
Berarti teu acan tiasa diakses online nya, Kang? Penasaran lebetna kumaha. Pami sempat, mudah2an tiasa diulas di blog ieu nya…