Asal-usul Kata “Sabilulungan”

“(h)abilulungan” pada naskah abad ke-20

“Sabilulungan” dalam kosakata Sunda mungkin juga adaptasi dari bahasa Jawa “bilulung”, tapi konteksnya justru berbeda,

Dalam Baoesastra Djawa (Poerwadarminta 1939) disebutkan “bilulung pating [x], [x]-an kn. (padha) lunga mênyang êndi-êndi ora karuwan jujuge (marga bingung lsp),” artinya ‘pergi tidak teratur ke berbagai arah (karena kebingungan).’

Kata “abilulungan” saya temukan dalam naskah berbahasa Jawa (dialek Cirebon) dari sekitar abad 19, yang sepertinya sesuai dengan konteks dalam bausastra, kalimat lengkapnya “bubare abilulungan kadya paksi maturon sami” (bubar bersamaan dengan tidak teratur seperti burung yang sedang pada tidur/bersantai?)” -tolong koreksi terjemahannya-

Jadi, dalam bahasa Sunda hanya diambil makna “bersama-sama”-nya saja, sedangkan “ketidakteraturan”-nya diabaikan. Ya… ini mungkin termasuk adaptasi istilah dengan penyempitan makna.

Cag,

Gunung Puyuh, 18 Sept.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *