Beberapa waktu lalu saya menemukan kembali naskah koleksi Perpustakaan Nasional RI yang mencatat perihal kisah Dalem Dicondre, Bupati Cianjur ketiga yang tewas akibat sabetan senjata condre. Dalam naskah berbahasa Jawa ini disebutkan sumpah berupa pantangan dari keluarga yang ditinggalkan oleh […]
Baca selengkapnyaKategori: Historiografi
Cikembar di Utara Cianjur
Dalam kisah Babad Cikundul disebutkan bahwa Apun Gencay, perempuan yang menarik hati bupati Cianjur ketiga itu berasal dari daerah Cikembar. Dikisahkan pula bahwa ternyata Apun Gencay telah memiliki tunangan yang berasal dari daerah Citeureup (dalam versi lain dari Cipamingkis). Mengetahui […]
Baca selengkapnya“Sukataris” Asalnya dari Bahasa Belanda
Di Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur, ada sebuah desa bernama Sukataris. Saya selalu menebak-nebak apa artinya, apakah dari kata “suka” dan “taris”? Kata “suka” memang sering digunakan untuk toponimi lain seperti Sukanagara, Sukaluyu, Sukapura, atau Sukabumi. Itu diambil dari bahasa Sansekerta […]
Baca selengkapnyaTerjemahan Belanda dari naskah karya Dalem Pancaniti 1857
Kisah “Babad Cianjur” karya Dalem Pancaniti (R.A.A. Kusumaningrat, bupati Cianjur 1834–1862) yang sering kali dirujuk adalah hasil terjemahan bahasa Belanda yang dikerjakan oleh C.M.F. Stockhausen. Terjemahannya itu terbit dalam artikel “Inlandsche Verhalen van den Regent van Tjiandjoer in 1857” pada […]
Baca selengkapnyaPublikasi Naskah-naskah Babad Cikundul [Unduh Gratis]
Kalau kita berbicara tentang “sejarah” Cianjur, hampir bisa dipastikan akan merujuk pada kisah-kisah yang terdapat dalam cerita rakyat yang disampaikan secara lisan. Singkatnya, “sejarah” dalam pandangan masyarakat Cianjur secara tradisional adalah kisah-kisah lama, tanpa harus ambil pusing apakah itu fakta […]
Baca selengkapnyaCianjur Berdiri Tahun ± 1691
Dalam sebuah artikel berbahasa Belanda, saya menemukan catatan menarik tentang pendirian Cianjur. Berikut ini terjemahannya: Kabupaten Cianjur pada waktu itu belum ada.Setelah runtuhnya Pajajaran, daerah di selatan Gunung Salak dan Gunung Gede hampir tidak lagi berpenghuni. Di wilayah ini kemudian […]
Baca selengkapnya[Unduh Gratis] – Babad Cianjur Karya Nyai Mas Syarifah Didoh (1974)
Cianjur berulang tahun ke-348 pada 12 Juli tahun ini. Berbagai “kisah sejarah” melingkupi perjalanan panjang Kabupaten Cianjur. Namun, sayang seribu sayang, literatur tradisional yang mengupas tuntas latar belakangnya kini begitu langka, seolah tertelan zaman. Di tengah kelangkaan itu, hadir sebuah […]
Baca selengkapnyaHubungan Maenpo Cianjur dengan Wing Chun
Sebuah temuan menarik dalam Babad Cikundul mengindikasikan adanya hubungan historis antara Maenpo Cianjur dan seni bela diri Tiongkok: Wing Chun. Babad tersebut menyebutkan bahwa Maenpo disebut juga sebagai “Ji Sao/Gi Sao,” sebuah keahlian yang dikuasai oleh orang Tionghoa di Bogor […]
Baca selengkapnya




Total views : 45275
Who's Online : 0
Tah leres pisan, ieu poinna. Tina naskah-naskah karya Dalem Pancaniti (1857), boh nu nganggo basa Sunda, Malayu, & Jawa, sadayana…
Muhun, siap. Sakali waktos urang guar, Kang
Upami dina arsip "Bijdragen tot de Taal-, Land- en Volkenkunde, (1863), hlm. 308-313." malahan kedah ngangge condre. Aya lepat terjemahan…
Berarti teu acan tiasa diakses online nya, Kang? Penasaran lebetna kumaha. Pami sempat, mudah2an tiasa diulas di blog ieu nya…