“Gevallen van knevelarij worden in onze bronnen niet dikwijls vermeld.“ ‘Catatan kelam tentang kasus kesewenang-wenangan jarang disebutkan dalam sumber-sumber yang kita miliki.’ Kalimat pembuka ini seolah membisikkan sebuah ironi, bahwa sejarah, layaknya panggung sandiwara, terkadang menyembunyikan lakon-lakon kelam di balik […]
Baca selengkapnyaKategori: Historiografi
Jampang Manggung ada di Mana?
Sumber tunggal (kini raib) yang konon menyebutkan lokasi Kerajaan Jampang Manggung adalah “Wawacan Jampang Manggung” dari Cianjur, kisahnya sekarang hanya disampaikan melalui ingatan dan cerita lisan saja. Sayangnya, karena tidak adanya petunjuk lain untuk mengonfirmasi keberadaannya, jadi, satu sumber itulah […]
Baca selengkapnyaCianjur Tidak Pernah Bebas Bayar Upeti ke Mataram (Sumber Kedua)
“Nya ti wangkid harita kaluar upeti ti Cianjur ka Sénopati Mataram, namung henteu ageung, asal mayeng ngadeuhues unggal taun. Tawis kumureb pertanda satia.” “Sejak saat itulah keluar upeti dari Cianjur kepada Senopati Mataram, tetapi tidaklah besar, asal rutin menghadap setiap […]
Baca selengkapnyaNgaos, Nyanyi, Lentong, Mamaos, & Silat Cianjur
Selama membaca sumber-sumber literatur tradisional tentang Cianjur, ada saja hal “baru” yang ditemukan. Dikatakan “baru” karena narasi ini mungkin belum pernah atau belum umum diketahui oleh masyarakat Cianjur. Salah satunya tentang “ngaos, nyanyi, lentong, mamaos, dan silat Cianjur”. Lho? bukankah […]
Baca selengkapnyaNaskah Babad Cikundul Tertua Ada di Leiden
Dari penelusuran yang saya lakukan belakangan ini, naskah Babad Cikundul yang ditulis dalam bentuk puisi wawacan ada lebih dari lima buah. Salah satu yang sedang saya alihaksarakan ini adalah koleksi Perpustakaan Universitas Leiden. Teksnya ditulis dengan bahasa Sunda dan aksara […]
Baca selengkapnyaPantangan Memiliki atau Memakai Senjata Condre di Cianjur
Beberapa waktu lalu di Cianjur ada wacana untuk mencanangkan senjata condre sebagai senjata khas daerah Cianjur. Tapi apakah boleh memiliki atau menggunakan senjata condre? Bagi keturunan Bupati Cianjur, khususnya trah dari Dalem Dicondre, justru hal itu sangat dilarang (Bhs. Sunda: […]
Baca selengkapnyaPohon Saparantu Bukan Hanya Ada Tiga
KONON, pohon Saparantu hanya ada 3 saja di dunia, yaitu di Cirebon, Cianjur (Cibalagung), dan Banten. Begitu kata kebanyakan orang Cianjur. Bahkan bupati Cianjur, Herman Suherman pernah menyatakan hal yang sama dalam sebuah berita, pada 13 Oktober 2022. Bupati Cianjur […]
Baca selengkapnyaPerbaikan Sarana Masjid Agung “Kaum” Cianjur (1939)
Upaya pemeliharaan fasilitas umum untuk ibadah di Cianjur, khususnya di Masjid Agung (Kaum) secara rutin dilakukan. Sebuah berita dalam Surat Kabar Al-Moemin No. 11 tahun ke-VIII, 16 Maret 1939 merekam salah satu kegiatan tersebut dengan tajuk “Pohara Poedjieunana” (Sangat Terpuji). […]
Baca selengkapnya




Total views : 44244
Who's Online : 0
[…] Baca Artikel: Menelusuri Makam Bupati-bupati Cianjur Lama […]
[…] Linux yang saya pakai (sering kali berbasis Ubuntu), baik m17n dan Keyman dapat berjalan cukup baik dengan mengandalkan framework…
Tah leres pisan, ieu poinna. Tina naskah-naskah karya Dalem Pancaniti (1857), boh nu nganggo basa Sunda, Malayu, & Jawa, sadayana…
Muhun, siap. Sakali waktos urang guar, Kang