Mungkin topik ini agak tendensius bagi sebagian orang. Namun, faktanya memang demikian. Konten-konten YouTube yang mengulas “sejarah Cianjur” hampir semuanya berlandaskan mitos atau kepercayaan semata. Mulai dari makam-makam keramat (karomah) yang dibalut dengan narasi “konon katanya”, situs petilasan kerajaan kuno, […]
Baca selengkapnyaKategori: Historiografi
Cianjur Tidak Pernah Bebas Bayar Upeti ke Mataram
Saya secara teratur mencari berbagai informasi sejarah Cianjur yang mungkin bisa ditemukan di Internet. Tentu saja, selain mencarinya dari buku dan arsip juga. Penelusuran seperti ini menurut saya penting untuk melacak narasi-narasi sejarah yang mungkin perlu untuk dijadikan bahan diskusi […]
Baca selengkapnya“Babad Cianjur” karya Nyai Mas Syarifah Didoh
Dalam penelusuran naskah-naskah “Babad Cianjur” atau “Babad Cikundul”, saya menemukan sebuah naskah (fotokopi) yang agak berbeda dari biasanya. Naskah ini disusun oleh Nyai Mas Syarifah Didoh pada ‘akhir Agustus 1974’, dengan teks yang berbentuk uraian kronologis, bukan puisi ‘wawacan’. Teksnya […]
Baca selengkapnyaSitus Megalitik Lemah Duhur Sukajembar, Kembaran Gunung Padang
Terletak di Kampung Cijembar, Desa Sukajembar, Kecamatan Sukanagara Kabupaten Cianjur, peninggalan tradisi megalitik di Lemah Duhur merupakan bangunan berundak yang cukup besar. Bentuk strukturnya berteras, terletak di suatu dataran tinggi sekitar 941 mdpl. Situs ini baru pertama kali diteliti oleh […]
Baca selengkapnyaPeninggalan Megalitik di Pasir Manggu, Sukanagara
Masih terletak di kampung Cijembar Girang, desa Sukajembar, kecamatan Sukanagara, kabupaten Cianjur. Sebuah situs megalit lain menambah khazanah kebudayaan kuno di wilayah ini. Pasir Manggu, demikian situs ini biasa disebut oleh warga sekitar. Situs ini berjarak hanya sekitar 250 meter […]
Baca selengkapnyaKepindahan Wadana kota Cianjur ke Menes 1933
Perpindahan wadana atau kepala distrik Cianjur ke wilayah Menes tercatat dalam surat kabar Al-Moemin nomor 01 tahun ke-8, 2 Januari 1939. Dalam surat kabar itu disebutkan bahwa rakyat distrik kota Cianjur (sekarang wilayah kecamatan kota) merasa bersedih hati, setelah mendapatkan […]
Baca selengkapnyaBabad Cihea Ditulis oleh Yuhana
Pernah dengar istilah “kawas badak Cihea” (seperti badak Cihea)? Ungkapan itu konon muncul karena dulu di daerah Cihea terdapat habitat sekumpulan badak. Daerahnya yang subur karena berada di dekat aliran Citarum menjadikan daerah ini cukup diperhitungkan sejak zaman koloni Mataram […]
Baca selengkapnyaKabar Wafat Mualim Cianjur, Cholil Affandi 1939
Kabar wafatnya seorang ulama muda ternama Cianjur, Cholil Affandi tercatat dalam surat kabar Al-Moemin nomor 5, tahun 1939. Ia adalah menantu dari Rd. H. Noch, ulama besar di Cianjur. Cholil Affandi dikenal sebagai sosok pemuda berusia 28 tahun. Ia adalah […]
Baca selengkapnya





Total views : 46481
Who's Online : 0
Tah leres pisan, ieu poinna. Tina naskah-naskah karya Dalem Pancaniti (1857), boh nu nganggo basa Sunda, Malayu, & Jawa, sadayana…
Muhun, siap. Sakali waktos urang guar, Kang
Upami dina arsip "Bijdragen tot de Taal-, Land- en Volkenkunde, (1863), hlm. 308-313." malahan kedah ngangge condre. Aya lepat terjemahan…
Berarti teu acan tiasa diakses online nya, Kang? Penasaran lebetna kumaha. Pami sempat, mudah2an tiasa diulas di blog ieu nya…