
Sebuah kabar tentang pengangkatan sejumlah pemangku keagamaan di wilayah Cianjur tercatat dalam majalah Al-Moemin terbitan 2 April 1939, edisi tahun 08 No. 13 (bahasa Sunda). Kabar tersebut berjudul “Moetasi Kaoem Tjiandjoer”. Kaoem atau kaum adalah sebutan untuk masjid besar dalam bahasa Sunda.
Dalam berita itu disebutkan bahwa mutasi didasarkan pada bisluit (surat keputusan) Bupati Cianjur pada bulan yang sama (April) tahun 1939. Adapun beberapa petugas yang diangkat dan dipindahtugaskan ada enam orang yaitu:
- Kalipah Nagara (Cianjur), Rd H. Mh. Djoehdi menjadi Naib Pacet.
- Naib Pacet, Rd. Mh. Sirod menjadi Naib Ciranjang.
- Naib Ciranjang, Rd. Mh. Saleh menjadi Kalipah Cugenang.
- Kalipah Cugenang, Rd. Mh. Soelaeman menjadi Kalipah Gekbrong.
- Kalipah Gekbrong, Tirta menjadi Merebot Cibeber,
- Merebot Cibeber, diisi oleh Rd. Soewiraatmadja pensiunan A.V.B. Tbb.

Pengkaji naskah dan bahasa Sunda kuno. Saat ini fokus menggali sumber-sumber primer sejarah lokal Cianjur. Sejak 2023 menjadi Tim Ahli Cagar Budaya Kabupaten Cianjur. Menggunakan Linux secara penuh lebih dari 15 tahun, untuk penggarapan karya-karyanya.









Total views : 44365
Who's Online : 0