Sejarah Cianjur, Siapa Peduli?

Kediaman Bupati Cianjur antara 1920-1931 (sumber: Tropen Museum)

Judul tulisan ini mungkin bernada agak tendensius. Tapi ini memang sebuah pertanyaan mendasar yang perlu kita renungi bersama sebagai orang Cianjur. Konon, Cianjur adalah sebuah kota yang memiliki nilai penting di masa awal perkembangan wilayah Priangan. Apa buktinya? Ada banyak buktinya. Tapi, susah untuk menelusurinya.

Selain karena belum begitu akrab dengan sumber-sumber kesejarahan yang berisi informasi Cianjur, juga mungkin karena tidak banyak orang yang cukup rajin membuka dan membaca arsipnya. Sumber-sumber sejarah Cianjur bisa saja diambil dan dielaborasi dari tradisi lisan, sejarah lisan, manuskrip, arsip masa kolonial Belanda, majalah lama, laporan-laporan kolonial dan laporan dari wilayah-wilayah tetangga. 

Bagaimana dengan sumber sejarah yang ada di Cianjur? Well, ini juga kendala yang ditemui ketika mencari sumber-sumber referensi sejarah di Cianjur. Beberapa kali mencari sumber informasi literatur atau artefak sejarah ke instansi terkait atau tokoh terkait, belum mendapatkan keterangan yang jelas. Setidaknya yang saya pernah alami dulu. Kurangnya arsip-arsip lama yang disimipan di lembaga terkait menjadi kelemahan untuk merekonstruksi sejarah Cianjur. 

Kalau tidak salah dengar, di beberapa lembaga negara (bukan hanya di Cianjur) yang menyimpan arsip, seperti perpustakaan atau museum, katanya ada pembaruan koleksi secara berkala. Nah, yang kurang saya pahami yaitu, apakah itu berarti arsip-arsip lama seperti koran, majalah atau buku dibuang begitu saja, kemudian digantikan dengan terbitan-terbitan baru? itu masih menjadi misteri. Yang pasti, sulit mencari sumber informasi sejarah dari Cianjur sendiri. 

Ingatan dari narasumber pelaku atau saksi sejarah Cianjur bisa menjadi alternatif juga. Tapi itu baru satu sumber saja, sehingga perlu konfirmasi dari data lain. Karena masalah sulitnya mencari sumber sejarah bandingan, akhirnya banyak informasi lisan diyakini sebagai sesuatu yang valid dan pasti.

Ditambah lagi kurangnya pihak-pihak yang memiliki minat untuk mengkaji sejarah Cianjur. Padahal, dengan kajian sejarah dan budaya Cianjur, dapat berdampak ke sektor lain. Misalnya pariwisata dan ekonomi. Bangunan-bangunan dan tempat-tempat bersejarah memiliki potensi dijadikan objek wisata edukasi sejarah dan budaya. Apalagi kalau ditambah dengan informasi peristiwa sejarah yang terjadi di tempat-tempat itu.

Tapi…. siapa peduli?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *