Huruf Arab Melayu dalam ‘Mushaf Tilawah Mina’ – Syaamil Qur’an

Penggunaan huruf Arab Melayu tampak masih cukup banyak ditemukan dalam buku maupun mushaf Al-Qur’an yang diterbitkan di Indonesia. Salah satunya saya temukan dalam Mushaf Tilawah Mina (ukuran A5) terbitan Syaamil Qur’an, Bandung, yang merupakan salah satu penerbit mushaf terkemuka yang ada saat ini. Untuk informasi rinci mengenai penerbitnya, silakan kunjungi https://www.syaamilquran.com/.

Huruf Arab Melayu yang digunakan pada mushaf Mina terletak pada bagian akhir, halaman 609-613, yaitu setelah halaman do’a khatam Al-Qur’an dan daftar surat. Isinya berupa maklumat atau keterangan rinci tentang tanda-tanda baca yang digunakan dalam mushaf itu sendiri. Tanda-tanda baca yang dijelaskan antara lain washal, shifr mustadir, dan shifr mustathil (hlm. 609-610). Keterangan tersebut diambil dari panitia Lajnah Pentashihan Al-Qur’an.

Teks:

معلومات

دفرمعلومكن كفادفماكي مصحف إين بهوا: مصحف إين مڠࢴوناكن

تندا-تندا باچ ممكن ماسيه سوكر باࢴي فارافمباچ بارو ، دان

بلوم مماهامى تندا-تندا ترسبوت. بريكوت إين فرلو دفرهاَتيكن

چار ممباچ كلمة اتو كات-كات يڠ برتنداَ: (١) نون كچيل أتو

نون وَصَلْ دباواه حروف وَصَلْ. (٢) بولتن كچيل أتو صِفِر

مُسْتَدِيرْ دأتس حروف تأ برفڠسى.(٣) بولتن لونجوڠ أتو

صِفِرْ مُسْتَطِيْل دأتس حروف يڠ برفوڠسى دوقت برهنتى

(ا(وقف)دان تأبرفوڠسى دوقت بچأن برسمبوڠ (وصل

ببراف چونتوه

Transliterasi:

Ma’lumat

Diperma’lumatkan kepada pemakai mushaf ini bahwa: mushaf ini menggunakan

tanda-tanda baca yang memakna masih sukar bagi para pembaca baru dan

belum memahami tanda-tanda tersebut, berikut ini perlu diperhatikan

cara membaca kalimat atau kata-kata yang bertanda: (1) nun kecil atau

nun washal di bawah huruf washal. (2) bulatan kecil atau shifr

mustadir di atas huruf ta(k) berfungsi. (3) bulatan lonjong atau

shifr mustathil di atas huruf yang berfungsi di waqtu berhenti

(waqaf) dan ta(k) berfungsi di waqtu bacaan bersambung (washal).

Beberapa contoh:

Pada halaman 611 dijelaskan daftar tanda-tanda waqaf (تندا-تنداوقف) dengan bahasa Arab dan bahasa Indonesia secara paralel. Halaman 612 berisi daftar ayat-ayat sajadah dengan keterangan tabel berhuruf Arab Melayu. Sedangkan halaman terakhir, 613, berisi daftar doa-doa yang dibaca setiap sujud sesuai dengan kandungan ayat-ayat itu. (دعاء-دعاء يڠ دباچ ستياف سجود سسواى دڠن كندوڠن اية-ايةايت). Di dalam tabel dijelaskan sebanyak 15 doa pada 15 ayat sajadah yang ada di dalam mushaf.

Penggunaan huruf Arab Melayu dalam Mushaf Tilawah Mina ini menjadi menarik, alih-alih menggunakan huruf Latin untuk menjelaskan keterangan-keterangan tambahannya. Huruf Arab Melayu tampaknya masih menjadi pilihan sebagai sarana menulis keterangan dalam mushaf maupun kitab-kitab di Indonesia.

Mushaf Tilawah Mina ini adalah salah satu mushaf yang ada di dalam koleksi pribadi. Saya akan melihat kembali beberapa buku dan kitab dalam koleksi pribadi lainnya, mungkin masih ditemukan penggunaan huruf Arab Melayu juga. Jika saya temukan, tentu saja akan saya ulas kembali di blog ini. Salam.

Leave a Reply

Your email address will not be published.